Sunday, November 24, 2013

Lyryc Autumn Leaves-Ad Sheeran

Another day another life
Passes by just like mine
It's not complicated
Another mind
Another soul
Another body to grow old
It's not complicated
Do you ever wonder if the stars shine out for you?
Float down
Like autumn leaves
And Hush now
Close your eyes before the sleep
And you're miles away
And yesterday you were here with me
Another tear
Another cry
Another place for us to die
Its not complicated
Another love that's gone to waste
Another light lost from your face
It's complicated
Is it that it's over or do birds still sing for you?
Float down
Like autumn leaves
And hush now
Close your eyes before the sleep
And you're miles away
And yesterday you were here with me
Ooh how I miss you
My symphony played the song that carried you out
And Ooh how I miss you
And I miss you and I wish you'd stay
Do you ever wonder if the stars shine out for you?
Float down
Like autumn leaves
And Hush now
Close your eyes before the sleep
And you're miles away
And yesterday you were here with me
Touch down
Like a seven four seven
Stay out and we'll live forever now

Lyric Between Heaven and Hell-BoA

Charari miwohaja
neoreul aneulsurok nan apa
Achimi myeon jeonbu itgo
tto neoreul chatgetjiman

Charari mirwoduja
mossseuge dwae beorin sarang
Eotteokedeun siganiran tto uril heureul teni

Mianhae ajik neoreul saenggakhaeseo saranghaeseo
Neol gyeolgugen wanjeonhi
Nochido motal naraseo

Dan haruman deo saranghaja tto geojitmalman
Neoreul tto bomyeon da itgoseo tto useumyeonseo
Saranghaebeorineun nareul

Dan harurado
 Ijeoboja mot jikil malman
Neoreul mot bomyeon apeumyeonseo tto ulmyeonseo
Dajimman haneun na
Neoreul dugo oganeun cheongukgwa jiok sai

Ijeuryeo hae bolsurok dagaon niga cham mipda
Daheul sudo an bol sudo eobseul geu georiraseo
Useulge niga daneun moreudorok nae maeumeul
Na gyeolgugen i maeum jujido motal georaseo

Dan haruman deo
Saranghaja tto geojitmalman
Neoreul tto bomyeon da itgoseo tto useumyeonseo
Saranghaebeorineun nareul

Dan harurado
Ijeoboja mot jikil malman
Neoreul mot bomyeon apeumyeonseo tto ulmyeonseo
Dajimman haneun na
Neoreul dugo oganeun cheongukgwa jiok sai

Translate

I should hate you
The more I embrace You, it hurts
Although when morning comes
I will looking you again

I shoul push it back
It's not about love anymore
How can I stop the time from blur us again

I'm sorry, I still think of you, still love you
Let you go in the end
I still won't be able to do

Just for one more day, I say I will love you, but it's a lie
When I see you, I forget it as I give you smile
I fall in love with you again

Just for one day
I say I will forget you but it's a lie
If I don't see you I feel sick I'll cry again
But I alert my self
If I with you, I'm standing between heaven and hell

Now I more desperate
When things gone I really hate myself
When You look at me and give a smile
what's really mean?
I'll smile so you can't figure out my heart completely
to give you my heart, i won't be able in the end

Just for one more day, I say I will love you, but it's a lie
When I see you, I forget it as I give you smile
I fall in love with you again

Just for one day
I say I will forget you but it's a lie
If I don't see you I feel sick I'll cry again
But I alert my self
If I with you, I'm standing between heaven and hell







Saturday, November 23, 2013

Expensive man

Pernah dengar kata expensive man  di acara MTGW... Awalnya bingung sih, apaan expensive man itu? Dans etelah ngikutin acara sampek selesai, ternyata...eng ing eng.... Ada sebuah kisah tentang seorang anak laki-laki yang hidupnya penuh perjuangan, menjalani hidup sendirian sejak usia 5 tahun. Tidak semua orang bisa melewatinya dengan mudah, tapi laki-laki ini bisa. Ia bisa menjalani kehidupannya tanpa mengutuk Tuhan. Bayangkan 5 tahun ia yatim piatu, hidup di teras-teras rumah, toko pinggir jalan. Ia berbeda dari teman-teman lain yang seusia dengannya. Di saat yang lain bisa diantar jemput sekolah, disuapin makan, tidur dipangkuan orang tua. Ia tidak bisa. Ia hidup berkelana. Saat bernyanyi ia percaya diri dan merasa dirinya sama seperti anak lain, dan ternyata memang ia memiliki suara yang bagus. lalu hubungannya dengan expensive man? Expensive man yang dimaksud disini adalah kemampuan bertahan si anak dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Hidup sendirian dari usia 5 tahun tanpa merutuki keadaan. Ia tak mengeluh dengan kehidupannya yang berbeda dengan anak seusianya, toh ia masih bisa bernyanyi seperti anak-anak lain. bahkan suaranya sangat bagus menurutku. Dialah sosok sang expensive man. Lalu ketika ada seorang laki-laki yang biasa dimanja ketika mendapatkan masalah seperti anak ini, ia hanya akan merutuki masalah dan menyalahkan orang lain. Seorang  pria sejati tidak akan merutuki apapun, ia hanya akan mencoba mengahadapi masalahnya, dan hal itu yang menjadikannya expensive man.

Hanya Dengan Gambar

Hanya dengan sebuah gambar aku berbicara,
Hanya dengan sebuah gambar aku menyampaikan rasa,
Hanya dengan sebuah gambar aku menggantungkan asa,
Hanya dengan sebuah gambar aku bisa,
Hanya dengan sebuah gambar aku yakin,
yakin beliau selalu ada,
bisa melihat dan mendengarku,
mendoakan dan meridhoi setiap asaku,
mengerti perasaaanku,
tanpa aku harus berbicara dengan beliau..
Walau hanya dengan gambar penuh potretnya,
Sebanyak apapun kata ini,
Sebanyak apapun rasa ini,
Sebanyak apapun asa ini,
Tanpa aku harus mengucapkannya dengan keras,
aku yakin beliau sudah mendengarnya,
Mendoakanku dari tempat ternidahnya..
Seberapa jauhnya beliau dari pandanganku,
Beliau selalu dekat,
Dekat dan sangat dekat,
Beliau ada dalam diriku,
Berusaha membantuku meluruskan jalan,
Sebanyak apapun aku merindukannya,
aku hanya bisa melihat potretnya,
Tetaplah Tersenyum seperti itu... IBU...
Dimanapun beliau selalu tersenyum
Walaupun aku  tak bisa lagi melihat langsung senyum itu lagi...
Hanya dengan sebuah gambar aku berbicara,
Dan hanya dengan sebuah gambar..

Thursday, September 19, 2013

Yang Terbaik ituuu...

Kamu tak akan pernah tahu seperti apa kamu besok, yang kamu tahu  hanya kamu yang sekarang dan hari ini. Kamu tak akan pernah tahu seperti apa besok. Yang kamu tahu tentang esok adalah rencanamu. kamu berencana akan menjadi apa besok, tapi tak kan pernah tahu hasilnya seperti apa. karena Tuhan yang telah menentukan segalanya. Manusia boleh berencana tapi Tuhan yang menentukan. Dan yang terbaik itu adalah yang Tuhan tentukan untuk umat-Nya.

Wednesday, September 4, 2013

Ayah, Ini AKU

Lama nggak bikin cerpen nih...Ini ada cerpen tapi nggak terlalu panjang-panjang banget ceritanya. bagus atau tidak juga tergantung pembaca. Jangan lupa cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama, cerita, lokasi itu tidaklah sengaja..Maaf ya guys, bukan bermaksud menyinggung..hehehehe...Yuk, dibaca ceritanya. Judulnya sudah teretra di atas...


***
Mendengar, merasakan tapi hanya diam yang kulakukan. Berpura-pura untuk tidak mendengarnya. Berpura-pura tidak mempedulikannya. Sesungguhnya aku tak pernah mengertimu sejak dulu. Apa aku ini seorang egois yang tak pernah peduli akan dirimu ataukah aku seorang keras kepala yang tak pernah mendengarkanmu? Yang manakah diriku dihadapanmu,karena kurasa hanya itu yang kau lihat dari diriku. Tak ada yang lain.
***
Pagi yang indah, tapi hanya bagi mereka bukan untukku. Hari libur yang menyenangkan, tapi hanya bagi mereka bukan untukku. Hari minggu berjalan begitu cepat, tapi hanya bagi mereka bukan untukku. Bagi mereka yang ingin menikmati libur bersama orang-orang terdekat mereka bukan untukku yang senantiasa menikmati kesendirian. Minggu pagiku hanya untuk meregangkan otot, mencari udara segar di bawah pohon-pohon yang menghembuskan oksigen dan dikelilingi angin yang menerbangkan dedaunan. Apa yang aku cari, aku hanya mencari ketenangan. Berlari dan terus berlari hingga aku merasa lelah. lelah untuk melawan diriku sendiri.
Di bawah pohon sejenak aku berhenti, merasakan kesejukkan angin berhembus. Tepat di depanku ada anak kecil yang berlari bahagia. ia menari di atas rumput. Menari, melompat dan tertawa bahagia. Terlihat gadis itu anak usia  4 tahun. ia berlari mendekati seseorang. kali ini orang itu lebih besar darinya. yang 1 seperti gadis usia 10 tahun, yang mungkin adalah kakaknya dan yang satu adalah ibu mereka. Mereka trelihat tertawa bahagia. Aku ingin melihat jelas wajah mereka. lihatlah 2 gadis kecil itu sedang tersenyum senang, tapi ibu mereka seperti ada menyimpan sesuatu di dalam tawanya. Ibu itu menatap ke kejauhan seperti menunggu kedatangan seseorang. Lalu tak lama kemudian datanglah seorang pria dewasa menghampiri mereka. Ibu itu pun tersenyum. Si gadis 10 tahun langsung mendekati pria dewasa itu dan berteriak, "Ayah..." Ibu dan gadis itu mendekati pria itu. tapi dimana gadis kecil itu berada, kenapa ia tak berhambur juga mendekati ayahnya. Tunggu dulu, ternyata ia berada di belakang ibunya menyembunyikan wajahnya. wajahnya penuh ketakutan. lalu si ibu menuntun anak itu mendekati pria tadi lalu pelan-pelan ibu itu menyuruh sang anak untuk berkata "Ayah:. tapi si gadis kecil ini hanya berteriak, "Paman". Ibunya pun berkata, " Nak, ini ayahmu. panggil ayah ya". Si gadis kecil hanya menggelengkan kepalanya. Si ibu pun berkata pada sang ayah, " maaf mas, sepertinya doia masih takut sama kamu, maklumi aja dari dia lahir baru ketemu kamu ini. nanti lama-lama juga terbiasa." Sia ayah pun sepertinya tak terlalu peduli, ia langsung bermain dengan gadis yang lebih besar tadi. Wajah si gadis kecil tadi menyiratkan rasa ketakutan, ia hanya terus bersembunyi di belakang rok ibunya. Sangat berbeda dengan apa yang tadi ia lakukan, menari dan melompat tidak lagi ia lakukan. Sekarang ia hanya bersembunyi. Aku penasaran ingin melihat wajah mereka dengan jelas. kau berusaha mendekat. Sepertinya aku pernah melihat anak kecil itu, tapi dimana. Aku pun terkejut saat seoraang menepukku. Astaga, itu tadi hanya bayanganku. Dan aku baru menyadari 1 hal, gadis kecil itu adalah aku.
" Kenapa kamu melamun Ra?" Tanya seorang yang tadi menepukku
"Gak papa Ca, hanya capek aja"...
"Oooo...ya sudahlah istirahat disini dulu aja. Eh itu ada Tante Nanda, sepertinya di mengarah  ke kita deh, hae Tante.."teriak Icha, namun aku hanya mendengus.
"Eh Icha dan Sera, nggak lanjut larinya"
"Masih Lelah Tante.."
"Oooo,,,Eh Ra, Ayahmu nggak pulang Lebaran ini? Sejak Ibumu ngak ada Tante nggak pernah lihat ayahmu. Kamu sudah ketemu?"
"Sudah Tante, sepertinya nggak pulang."
"Yang sabar ya Ra, orang kayak gitu nggak usah..." belum selesai Tante Nanda berbicara, aku sudah memotongnya dan pamit untuk pergi. Aku hanya mencari alasan untuk tidak mendengarkan kata-kata tante nanda, karena itu yang selalu ia aktakan ketika ketemu aku, begitu juga dengan Tante-Tante lain. mereka punya pertanyaan yang sama setiap waktu.
Jujur aku bosan dengan pertanyaan mereka, pertanyaan yang jelas aku tahu akan mengarah kemana. pati menanyakan dimana ayahku berada, masih sering ditemui nggak, masih sering diberi ung saku atau nggak. Setiap kali mereka bertanya akau hanya mengangguk. Meskipun yang terjadi adalah sebaliknya. Ayahku tidak akan mencari atau mencoba menemuiku, kecuali aku yang menemuinya. Tidak pernah menghubungiku. Seperti itukah ayah itu. Kenapa teman-temanku selalu menceritakan tentang ayahnya yang sering menghubunginya, menegurnya ketika salah, menasihatinya untuk hidup yang baik. Tapi aku dan ayahku tak seperti itu. Aku hanya menganggap ini adalah caranya mendewasakan aku. aku tak peduli.
"Aku pulang" kakiku melangkah memasuki rumah
"Makan dulu Ra, masakan spesial ni"
"Yakin spesial kak, jangan-jangan ini baru uji coba terus gagal dan arasanya aneh"
"Coba aja deh, nggak kalah ama masakn ibu"
"Ehmm..."aku coba melahap 1 makanan dengan muka sedikit masam
"kenapa nggak enak ya?aku buang saja kalau gitu, kita ganti makan makanan yang lain.."
"Jangan cemberut gitu dong kakakku yang cantik, makanannya sanagat enak kok. Coba deh.."
"Ra,,"
"Ehmm,,,ada apa kak?"
"Ayah kemarin bilang sesuatu ke kakak.. Ayah bilang ia mau kamu ikut di kartu keluarga kakak. Ayah nggak bikin KK dengan namamu."
"Ehmm, sambelnya pedas sekali. pake cabe berapa sih kak. Aku ambil minum dulu ya.." Aku berlari mengambil air di lemari es, berharap kakak tidak melanjutkan katanya. Karena aku lelah. Ingin rasanya menitikkan air mata, tapi aku takut akan membebaninya. lebih baik seperti ini, aku tak tahu apa-apa.
Aku pun kembali ke tempat makan, dan tepat saja kakak tidak melanjutkan pernyataannya tadi, dan kami pun makan seperti biasa.
2 minggu setelah kejadian itu aku dan kakak menemui ayah. Aku hanya berharap akan melihat ayah yang berbeda. AKu hanya ingin meliat ayah seperti ayah teman-teman yang lain. Mungkin aku kekanak-kanakkan akarena masih menginginkan hal seperti anak kecil. tapi dengan sikap keras kepalaku, aku tak bisa. AKu tak bisa mendekatinya lebih dulu. karena sejak kecil aku memang tidak dekat.
Di rumah ayah, aku mendengar hal yang tidak ingin ku dengar. Waktu itu aku hanya ingin memejamkan mata sejenak. namun ketika hendak bangun keluar kamar, dari balik pintu aku mendengar sebuah percakapan. Semua tentangku. Ayahku hanya membicarakan masalah kebanggaan, kebanggaan bahwa semua yang kudapat sampek sekarang ini aku bisa menempuh pendidikan yang tinggi adalah karena beliau. kebanggaan bahwa semua yang kudapat adalah karenanya. Aku hanya berdiam di balik pintu, tanpa berkata sepatah katapun. Aku hanya mengingat bagaimana perjuangan almarhumah ibuku dulu. Bagaimana beliau dengan susahnya mencari uang untuk sekolahku. Di saat ayahku mulai mogok dengan dunia kerjanya, ibulah yang senantiasa berusaha. Di saat kondisi keuangan yang kritis pun ibu masih terus berusaha agar aku bisa sekolah tinggi, sedangkan ayah hanya diam tak peduli. Tapi sat ini ia dengan bangga menceritakan semua ini karenanya, aku hanya diam. Namun aku menitikkan air mata ketika mengingat perjuangan ibu. lalu kali ini perbincangan pun berlanjut tentangku.
"Tapi lo pak, uda dewasa gini anakku itu masih penakut lo. Dia nggak pernah berani ngomong sama orang. Dia itu pendiam banget. Masih sperti anak kecil. Sukanya bermain."
Saat itu aku hanya tersenyum getir. AKu hanya bertanya, sejak kapan ayah mengenalku. sejak kapan ayah peduli dennganku. Sejak kapan ayah tahu kehidupanku. Bagaimana aku bertahan 4 tahun tanpa dirimu. Bagaimana aku bertahan hidup dengan uang yang aku punya, tanpa sedikitpun uang darimu. bagaimana aku berjuang dengan kerigatku mendapatkan sedikit uang untunk menyambung hidupku. Apakah ayah peduli. Aku rasa tidak. Cobalah lihat, Ayah, ini Aku anakmu. Sebegitu tak mengenal diriku kah? AKu hanya menitikkan air mata dari balik pintu melihat orang yang seharusnya terdekat denganku sama sekali tidak mengenalku. yah, aku akan tetap menjadi egois dan keras kepala. Aku memang tidak pernah bisa dekat denganmu. Anggap saja aku tak pernah tahu dan tak pernah mendengarnya. terserah engkau menganggapku anak atau bukan. Tapi Kau tetap adalah ayahku sampai kapanpun. darahmu mengalir di dalam darahku. Seoarang anak tak akan jauh dari induknya, seperti itulah aku. aku egois dan keras kepala.

***
END



Monday, September 2, 2013

SOSOK SANG KAKAK



Teruntuk pembaca setia yang tak kutahu siapa, mohon maaf lama tidak update. O iya ini juga masih suasana lebaran. Mohon maaf lahir dan Batin ya...
Tentang tema yang saya angkat dalam tulisan saya kali ini adalah sosok seorang kakak. Mungkin salah satu pembaca saya adalah sosok seorang kakak. Jujur disini saya bukan seorang kakak, tapi saya seorang adik, tapi saya tertarik untuk menyeruakkan kisah tentang sosok seorang yang sering temui dalam kehidupan saya. Jika pembaca saya seorang adik, maka sedikit renungkanlah apa yang saya tulis, mungkin kakak kalian adalah salah satu sosok yang saya tuliskan.
Ketika masih kecil, seorang adik kadang seringkali mengikuti kakaknya. Apapun yang kakaknya lakukan rasanya si adik ingin ikut kemanapun kakak pergi. Tapi terkadang kakak merasa risih karena perjalanannya tidak bebas. Ia harus membiarkan adiknya mengikutinya atau kalau tidak ia bisa dilempar sandal oleh ibu mereka. Iya tidak? Hehehe...Waktu asyiknya bermain si kakak dan adik, bercanda dengan berlebihan hingga akhirnya si adik menangis. Siapa yang salah? Pasti kakak yang pertama disalahkan, pertama dimarahi. Iya tidak? Maka wajar saja ketika terkadang kakak memukul adiknya, lhawong kakak lebih sering dipukul oleh orang tuanya.
Ketika beranjak dewasa kedekatan seorang kakak dengan adiknya sudah sedikit mulai berbeda, bahkan bisa dibilang sedikit lebih jauh karena semua mulai menjelajah kehidupan masing-masing. Jika Anda punya seorang kakak, apakah ketika di rumah Anda sering berantem dengan kakak Anda? Saling melempar bantal? Atau saling mengumpat satu sama lain? Itu hal yang biasa. Bahkan itu menunjukkan rasa sayang satu sama lain. Coba tengok kisah kakak adik berikut ini yok! Chek it out!

Sunday, September 1, 2013

Galaunya Mahasiswa Tingkat Akhir

3 tahun sudah berlalu dengan cepat, dan sekarang sudah memasuki tahun ke empat. Lalu apa artinya? Tahun keempat tahun terakhirmu kuliah S1 (kalau lulus normal amiin...).  Lalu masalahnya apa? Tahun keempat tantangan terberatmu adalah melihat masa depan bukan menjalani kuliah.
Melihat banyak orang di rumah yang telah menunggu kelulusanmu, bagaimana rasanya? nano-nano deh... dan ketika kamu lulus nanti berarti kamu harus sudah mendapatkan kerja, tak mungkinlah seorang sarjana S1 masih ikut kehidupan keluarga. paling tidak kamu harus bisa menghidupi dirimu sendiri dengan uang yang kamu hasilkan. Let's try and see!